Info Madrasah
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Selamat Datang Diwebsite Resmi MAN 1 Tidore

Memaknai Kemerdekaan

Diterbitkan : - Kategori : Pendidikan

Saat ini kita telah berada dimomentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 , puncaknya pada tanggal 17 Agustus 2023. Namun tidak kalah penting dari perayaan hari kemerdekaan itu adalah bagaimana kita merenungi kembali perihal kemerdekaan kita sebagai umat manusia itu sendiri yang menjadi khalifa dimuka bumi ini. Sudahkah kita menjadi manusia merdeka? Atau sebaliknya, kita justru masih ditawan dan dibelenggu oleh hawa nafsu yang hina?

Mengutip salah satu syair yang layak untuk kita renungkan “Seorang hamba sahaya layaknya orang merdeka jika ia merasa cukup dengan apa yang ada, dan orang merdeka layaknya seoarang hamba jika ia rakus. Maka terimalah apa yang ada, dan jangan rakus, karena sesungguhnya tidak ada perangai yang lebih jelek selain daripada rakus”.

Hal demikian bisa kita katakan bahwa barometer seorang hamba bisa dikatakan merdeka jika ia sudah bisa menerima semua yang ada pada dirinya (qana’ah), dan tidak tamak pada hal-hal yang tidak ada pada dirinya. Sifat menerima apa adanya (qana’ah) diibaratkan oleh Rasullullah SAW sebagai simpanan yang tidak akan pernah rusak (Alhadits).

Maksud hadits diatas adalah bahwa dengan memiliki sfat qanah ini kita semua akan menutup mata untuk tidak melihat sesuatu yang menjadi kekurangan darii orang lain. Kita akan selalu bersyukur atas semua nikmat dan karunia yang kita dapatkan, dan akan terus berbaik sangka bahwa yang kita miliki sekarang merupakan nikmat terbaik yang harus kita terima.

Menerima apa yang ditakdirkan oleh Allah Swt merupakan puncak tertinggi dari kemerdekaan setiap orang. Orang-orang yang sudah bisa merasa cukup dengan apa yang dimilikinya tidak lagi dikekang dan dibelenggu oleh keinginan-keinginan hawa nafsunya. Bahkan mereka sendiri yang akan mengontrol nafsu untuk selalu menerima apa yang telah menjadi ketetapannya. Inilah kemerdekaan sesungguhnya bagi diri setiap umat manusia.

Begitu juga sebaliknya, rakus dan selalu berharap pada apa yang tidak dimilikinya akan menjadikan manusia sebagai hamba sahaya. Ia tidak lagi bias mengontrol dirinya, namun dikontrol hawa nafsunya. Perbuatan apapun akan dilakukan demi memuaskan hawa nafsunya. Dan inilah yang disebut sebagai orang yang tidak merdeka.

Akhirnya dengan momentum perayaan hari kemerdekaan RI ke-78 ini, kita jadikan sebagai momen untuk memerdekakan jiwa kita sendiri, selalu berusaha untuk bisa menjadi hamba yang merdeka, hamba yang paripurna, dengan cara menerima semua yang telah Allah tetapkan kepada kita. Segala ambisi dan kerakusan atas apa yang belum kita miliki segera dihilangkan, karena hal itulah yang akan menawan/menjajah diri kita sendiri. Banyak masalah yang terus muncul di masyarakat kita dewasa ini sesungguhnya adalah karena orang-orang yang belum memahami akan pentingnya perjuangan menjadi pribadi yang merdeka. Pahami makna kemerdekaan agar setiap warga negara mengetahui bahwa kemerdekaan adalah harta berharga yang wajib dijaga.

Selamat Hari Kemerdekaan RI! Mari banggakan bangsa Indonesia dengan menjadi pribadi yang lebih baik. Terus melaju untuk Indonesia Maju . Semoga…

Hubmas MAN 1 Tidore

Artikel Ini Memiliki

0 Komentar

Beri Komentar